asal-usul dan sejarah punk skinheads

kita semua mungkin sudah tau istilah punk skinheads khususnya para remaja jaman sekarang.dan kita juga pasti sering melihat kumpulan anak-anak muda dijalanan yang mempunyai penampilan yang unik dan lain daripada yang lain.potongan rambut mohawk,kaos hitam tanpa lengan,jaket kulit,celana jeans ketat,sepatu boots,badan penuh tatto dan pierching,dan aksesoris yang lain daripada yang lain tentunya.ya ,itu punk.kadang banyak juga yang mencemooh keberadaan mereka mulai dari kebiasaan,gaya hidup dan penampilan mereka.tapi ada pepatah mengatakan "jangan melihat buku dari covernya"saya yakin banyak dari kita khususnya orang awam belum tahu asal-usul dan sejarah punk skinheads itu sendiri bahkan mungkin anggota punk skinheads itu sendiri.untuk itu silahkan baca selengkapnyauntuk mengenal mereka lebih jauh dan kita bisa menghargai keberadaan mereka :) silahkan baca selngkapnya.


















Saat ini di keseharian pasti sering menyaksikan sekelompok anak-anak muda di jalanan yang mempunyai penampilan “di luar kebiasaan”. Potongan rambut ”njegrak” dengan warna mencolok, kaus hitam dan jeans ketat yang lusuh, hampir seluruh tubuhnya dipenuhi aksesoris dan sepatu boots.
Kadang banyak di antara masyarakat yang mencemooh kebaradaan mereka, yang memang seringkali berbuat di luar kewajaran menurut pikiran orang 'biasa'. Mereka seringkali terlibat tawuran yang mematikan dan hal-hal ”nyleneh”. Mereka menyebut diri sebagai anak punk. Adakah keluarga atau anak-anak Anda sendiri yang menjadi bagian dari mereka?
Tak kenal maka tak sayang, mungkin itulah hal perlu dilakukan saat ini. Mengenal mereka dan mau tahu sedikit tentang siapa mereka. Setelah itu adalah hak Anda untuk bersikap bijak atas keberadaannya.

Sejarah Munculnya Punk Skinheads

Skinheads muncul di Inggris pada pertengahan sampai akhir tahun 60-an. Mereka lahir dari anak-anak muda kelas pekerja yang memiliki sebuah budaya kasar dan brutal. Mereka memotong rambut menjadi cepak atau bahkan botak dan menentukan fashion khas yang menurut mereka dianggap efisien dan cocok ketika mereka tawuran di jalanan.
Akhirnya mereka menamakan diri dengan skinheads yang kemudian berseberangan dengan kelompok anak muda yang berpenampilan rapi (disebut Mods).
Skinheads seringkali muncul di lapangan sepak bola dan mensupport tim kebanggaan mereka. Support dan kebanggaan yang fanatik inilah yang memicu pertikaian dengan suporter pihak lawan. Skinheads tak lain adalah hooligan (bonek) beringas Inggris dan mereka yang mengawali ”legenda kerusuhan sepak bola”.
Kegiatan malam hari Skinheads adalah nongkrong di klab-klab kecil daerah East End London dengan pakaian terbaik mereka. Berdansa dengan musik yang dibawa oleh imigran Jamaika, mulai dari ska, soul, bluebeat, blues Jamaika dan juga rocksteady. Mereka mabuk dan bercanda dengan sesamanya serta imigran Jamaika.
Mereka ini seringkali disebut sebagai Rudies (Rude Boy/Girl). Penggunaan kata rude di Jamaika berarti liar, kejam dan tidak peduli akan segala akibatnya. Setelah hampir 40 tahun dengan segala perkembangannya, kelompok ini sudah menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia sejak era 80-90an.

Idealisme dan Jalan Hidup Punk Skinheads

Do It Yourself itulah prinsip kelompok ini. Kandungan kalimat itu adalah paham Anarki, karena menurut mereka anarki adalah suatu paham ideal yang hampir semuanya terkait tentang pemberontakan menuju persamaan (derajat, jenis kelamin), kemanusiaan, feminisme yang menghormati segala bentuk kehidupan ini.
Punk adalah kelompok yang menentang multi-nasionalisme dimana orang suka mengeksploitasi sesuatu, polusi dan penderitaan sesamanya. Punk berfikir sebagai gerakan perubahan sosial yang berjuang hanya untuk kehidupan yang merdeka, selaras dan untuk sebuah alternatif gaya hidup, merdeka, tanpa negara, tanpa bendera, tanpa panji-panji dan tanpa batas.
Mereka menyatakan diri sebagai kemarahan yang lahir dari kehidupan sekitar yang penuh pandangan seksisme (pengistimewaan /pelecehan terhadap jenis kelamin tertentu), rasialisme, penindasan, kelaparan, penderitaan, kapitalisme dan perusakan lingkungan hidup yang tidak pernah dibicarakan oleh media dan orang-orang kebanyakan.

Skinhead dalam Film Popular

Penggambaran Skinhead secara popular diperlihatkan dalam sebuah film Amerika yang berjudul “American History X”  film itu sendiri sarat dengan masalah rasial yang memang menjadi tema utama di dalam film tersebut. Tema kekerasan rasial yang diangkat dalam film ini secara spesifik disajikan dalam selubung pandangan Punk Skinhead. Film ini bukan jenis film Box Office yang meraih perhatian banyak orang, , tetapi film ini dapat dikatakan signifikan memberikan deskripsi yang cukup utuh mengenai kaum Skinhead Neo Nazi, modus operandi, bentuk kegiatan, klasifikasi dan struktur organisasinya.
Film ini dapat menjadi salah satu data untuk referensi mengenai Skinhead Neo Nazi dan pergerakannya. Di Indonesia sendiri film ini, menjadi buah bibir par remaja Indonesia, tertutama bagi mereka yang  terbiasa hidup dalam lingkungan ‘underground’, menjadi salah satu acuan untuk memberontak, bahkan akar kekerasan dalam suporter sepak bola di mulai semenjak maraknya kalimat ‘lets kick out racism out of football’ tertera dalam setiap games permainan sepak bola, tersaji sebelum pertandingan riil sepak bola, menjadikan khalayak menyadari keberadaan rasisme lebih jauh dari sekedar pandangan SARA (Suku, Ras, Agama, Antargolongan) semata. Rasisme lebih kompleks, tidak sekedar perbedaan warna kulit dan bahasa, melainkan menjadi sebuah ekses sosial yang berkepanjangan. Menyikapi rasisme adalah memperkenalkan kekerasan gaya baru, karena simbol-simbol yang tumbuh dari rasisme modern ini dipakai tidak lagi berakar pada ideologi tempat asalnya. Melainkan mengalami masa simulakra (jadi imitasi, tercerai dari tujuan asal), rasisme telah menjadi gaya hidup).
Rasisme, bagi sebagian anak muda merupakan tabiat yang digandrungi, dan semua in iberawal dari penggambaran film. Mereka yang mencoba identik dengan skinhead selalu menyisipkan cerita tentang betapa ‘kerennya’ film “American History X”, karena merasa terwakili darah mudanya akan gagasan tentang kekerasan massal atas nama ‘rasisme’ gaya baru.
Film hollywood ini tidak menjadi buah bibir umum. Tidak mendapatkan Oskar, walau pemerannya Edward Norton merupakan pemain muda nominator Oskar dalam film “Primal Fear”, yang bintangnya masih terang dalam beberapa dasawarsa ke depan. Namun film ini mendapatkan perhatian lebih dari para kritikus film, yang memang awalnya hanya ingin mengomentari penampilan Edward Norton. Namun rating film ini di mata para netter lebih tinggi dibanding  film 90-an dengan bujet tinggi seperti “Independence Days”, “Titanic”, bahkan film baru yang menyedot kontroversi tidak perlu seperti “2012”, IMDB menempatkannya pada posisi 37 dari 200 film terbaik sepanjang masa Dan film ini lebih baik satu tingkat dibandingkan film peraih puluhan Oskar “Forrest Gump”. Ini artinya ideologi Skinhead telah di akui keberadaannya di masyarakat luas.

Gaya Hidup atau ideologi

Punk Skinheads juga menyatakan diri sebagai gaya hidup, memperjuangkan idealisme yang mereka yakini, mencari pelarian, menikmati alkohol dan musik yang fun.
Perlu diperhatikan adalah landasan perilaku kelompok ini, yaitu:
  • Rebeis with a Cause (skinheads identik dengan violence, fight dan pemberontakan)
  • Bovver / Aggro (skins identik dengan ”jika kata-kata tidak bisa menyelesaikan maka kepalan tangan dan boot yang bicara”)
  • Get a Life (skins harus berkeyakinan kuat, optimis pada yang dilakukan dan inginkan, berjuang untuk bertahan hidup dan dinamis)
  • Crucilied Skins (tindakan mentato tubuh dengan lambang crucilied skins sebagai tanda keberhasilan menjadi skinheads selama 3-5 tahun dan telah berjuang mati-matian menghadapi hidup yang banyak tantangan, serangan dan cemoohan)
Rudies mendukung sejarah, cita-cita, penampilan dan nilai-nilai kultur asli skinheads serta menyesuaikan dengan lingkungan kebudayaan dan nasionalisme negara tempat mereka berada.
Skinheads is all about pride for your country, pride for your town and pride for yourself. Skinheads is all about have a fight, listening to good music, going to football matches, drinking and have some fun and laugh.
Demikian sedikit pengetahuan tentang siapa sekelompok anak muda nyentrik yang seringkali di jumpai. Itu jalan hidup yang mereka pilih dengan idealisme yang digenggam kuat.
Terlepas apakah itu pilihan salah atau benar, semua kembali pada Anda untuk bijak bersahaja memahami keberadaan mereka. Jika itu sebuah pilihan salah menurut Anda, tentunya bukan hanya cemoohan yang bisa dilontarkan pada kelompok punk ini, tetapi apa yang bisa dilakukan untuk mereka.
Juga tidak bisa disalahkan ketika mereka berpikir bahwa pilihan mereka itu benar. Bersama marilah kita menengok kedalaman hati masing-masing untuk memandang segalanya dengan jernih.

Sekelumit Sejarah Punk Rock

 

















Sejarah punk? Mungkin yang langsung terlintas di dalam benak kita adalah soal dandanan yang asal-asalan, rambut jingkrak ala landak, piercing, dan tato di mana-mana, juga hentakan musik keras yang memekakan telinga. Punk memang identik dengan semua itu.
Sebenarnya, jika berbicara soal punk, definisinya sangat rumit. Punk bisa berupa gaya hidup, gerakan, budaya, ideologi, dan jenis aliran musik. Punk bisa berarti ideologi yang hidup di ranah politik dan sosial. Punk bisa berarti gerakan subkultural yang dilahirkan di London.
Punk pun bisa berarti sebuah genre musik. Nah, yang akan dibahas di sini bukan soal gaya hidup ala punk, tapi tentang musiknya yang khas dengan sayatan gitar, dentuman drum, dan vokalis yang terkadang tak jelas bernyanyi.
Bicara soal punk rock, bagi sebagian orang mungkin terasa mengganggu telinga di saat mendengar musiknya. Tapi, bagi penikmatnya, gaya bermusik ala punk rock itu menyenangkan.
Dalam sebuah grup musik punk rock, biasanya terdiri dari satu drum yang memiliki satu snare drum, satu tom-tom, satu floor tom, satu bass drum, hi-hats, satu atau dua simbal, dan satu ride simbal; satu atau dua gitar elektrik; satu bass elektrik, dan vokal. Lalu, bagaimana sejarah punk rock ini?

Sejarah Punk Rock: Hentakan Keras dari Inggris

Sulit untuk menelusuri secara pasti kapan dan di mana sejarah punk rock muncul pertama kali. Namun, beberapa informasi mengarah ke Inggris, tahun 1970-an. Saat itu, sebuah grup musik Inggris melakukan pertunjukan dengan dihadiri gerombolan anak muda yang dandanannya “nyeleneh”. Band yang juga kerap memainkan musik berisik dan terkesan asal-asalan, dengan dandanan semaunya itu adalah Sex Pistols.
Band yang beranggotakan Johnny Rotten (vocal), Steve Jones (gitar), Glen Matlock (bass), Paul Cook (drum), dan Sid Vicious (bass) ini memainkan pertunjukan pertamanya di St. Martin’s School of Art di London pada 1975, dan melanjutkan berpentas di sekolah dan kampus-kampus. Musik dan liriknya memiliki citra yang vulgar dan penuh kritik sosial.
Punk rock menitikberatkan pada peluapan curahan hati dan energi, bukan pada teknik bermusik. Oleh karena itu, banyak musisi punk rock yang tak terlalu jago bermain musik. Misalkan saja Sid Vicious, bass Sex Pistols. Ia tidak mahir bermain bass, namun ia tak lantas diremehkan. Banyak penggemar punk rock malah mengidolakannya.
Kondisi perekonomian dan banyaknya pengangguran di Inggris pada 1970-an, turut membangkitkan gerakan punk. Kebencian, kemarahan, kekecewaan, tak puas hati, dan sifat-sifat memberontak ini kemudian mereka masukan ke dalam bentuk musik dan fashion. Dalam tahap ini, lahirlah punk rock.
Di Inggris, punk rock diterima secara luas. Namun, tidak di Amerika Serikat. Di sana penerimaan tak "seramah" di Inggris. Di Amerika, band-band punk rock macam The Ramones dianggap terlalu ekstrem. Jika ditelisik, memang sebenarnya sejarah punk rock ini berasal dari Amerika. Ini di awali serbuan grup musik dari Inggris pada awal tahun 1960-an, seperti The Beatles.
Melihat ekspansi grup musik asal Inggris ini, anak-anak muda di Amerika sadar kalau mereka pun bisa bermain musik dan bisa mandiri dalam bermusik. Akhirnya, mereka mendirikan studio kecil di garasi rumah mereka. Anak-anak muda, yang mayoritas masih sekolah itu, bermain musik tidak terlalu mahir. Maka, musik-musik yang dihasilkan pun terlihat simpel dengan ciri keras dan mengobarkan semangat.
Banyak orang menyebut aliran musik mereka dengan istilah garage rock. Di sini, warna musik punk rock muncul dan berkembang. Warna musik punk rock era awal ini sebenarnya mirip dengan rock 'N roll. Namun, kesan kerasnya lebih menonjol. Nah, sejarah punk rock menemukan bentuknya pada 1970-an awal. Di masa ini, kesan pemberontak, aksi panggung yang serba tak karuan, dan dandanan yang “semau gue” mulai terlihat jelas.
Karena mencirikan sebagai musik perlawanan, punk rock terasa pas dengan kondisi perekonomian di Inggris yang saat itu sedang buruk.  Para anak muda yang kecewa dengan sistem ekonomi dan sosial Inggris yang dianggap menindas, mengekspresikan dirinya lewat gaya hidup, pakaian, dan tentu saja musik. Sex Pistols, yang dianggap “nenek moyangnya” band punk rock, sendiri banyak menyindir kerajaan dalam lirik-lirik lagunya, seperti God Save The Queen.
Judul lagu ini mirip lagu kebangsaan Inggris, tetapi sebenarnya isinya soal sindiran terhadap sistem monarki Inggris yang dipimpin ratu. Sistem monarki dianggap menindas. Itulah sebabnya, mengapa Sex Pistols dan musik punk rock Inggris dianggap sebagai pencetus sejarah punk rock dunia.
Musik punk rock lebih terdengar sebagai demonstrasi. Mereka tak pernah memainkan nada-nada berteknik tinggi, dan lagu melankolis tentang percintaan. Lirik-liriknya disusupi unsur rasa kemarahan, frustasi, kekecewaan, kejenuhan, protes sosial, dan kritik terhadap penguasa. Sex Pistols merupakan salah satu band punk rock yang sukses memasukkan unsur itu. Tidak heran, bersama The Clash, Sex Pistols dianggap mewakili jeritan hati kaum muda saat itu. Dari mereka, lalu bermunculan band-band punk rock masa kini, seperti Green Day, Blink 182,rancid,mxpx,nofx, The Offspring, Sum 41, dan lain-lain.

Sejarah Punk Rock di Indonesia

Menyoal sejarah punk rock di Indonesia, sepertinya sulit untuk ditelusuri. Namun, kemungkinan sejarah punk rock ini diawali dengan masuknya musik bergenre grunge, seperti Nirvana, dan dirilisnya album Kiss This milik Sex Pistols pada 1992.
Pada masa awal ini, di Jakarta muncul Pestol Aer dari komunitas Young Offender yang sering memainkan lagu-lagu miliki Sex Pistols, lengkap dengan busananya yang berciri punk, seperti rambut mohawk. Pestol Aer benar-benar mencerminkan pola piker kaum punk, dengan musik yang menghentak, aksi panggung yang slengean, dan lirik lagu yang sinis.
Pestol Aer juga tak bisa dibilang sebagai band punk rock pertama di Indonesia, karena pada 1989 ada Antiseptic yang kerap memainkan lagu-lagu milik Black Flag, The Misfits, dan Sex Pistols. Ada pula The Idiots yang muncul di awal 1990 di Jakarta, dan sering memainkan lagu-lagu The Exploited.
Mungkin, awal 1990-an menjadi masa suburnya musik punk rock di Indonesia. Pada 1990-an ini komunitas punk pun banyak berdiri di Jakarta. Jika disebutkan, ada komunitas South Sex di Radio Dalam, Subnormal di Kelapa Gading, Semi-People di Duren Sawit, Brotherhood di Slipi, Locos di Blok M, dan SID Gank di Rawamangun.
Konon, malah di Bandung, sejarah punk rock sudah ada sejak tahun 1980-an. Namun, baru sedikit orang saja yang meminati. Mereka, dahulu, kerap berkerumun di area belakang Bandung Indah Plasa (BIP). Pada 1990-1994, punk di Bandung mengalami perkembang, dan memunculkan berbagai komunitas. Lalu, pada 1996, komunitas punk berkembang pesat. Sebuah label bernama Riotic Records didirikan sebagai wadah bagi band-band punk rock yang ingin unjuk gigi.
Di kota-kota besar lainnya, seperti Malang, Yogyakarta, Surabaya, dan sebagainya, punk rock berkembang juga. Di sana, pada 1990-an pun muncul berbagai komunitas, distro, label indie, dan band bergenre punk rock.
Saat ini, kita mengenal Netral,endank soekamti,Superman Is Dead, sebagai band punk rock yang menasional. Bahkan, Superman Is Dead yang terbentuk di Bali pada 1995 dan sudah mengeluarkan banyak album, bisa bergaung di dunia internasional dengan musik punk rock-nya.
Pada perkembangannya, punk rock bermutasi menjadi beberapa genre lagi. Punk rock yang berkembang di Inggris pada 1970-an berciri warna musik rock n roll yang masih kental, ada melodi, dan berbusana jaket kulit, sepatu boots, serta rambut jabrik.
Lalu, muncul street punk yang berdistorsi kasar, beat cepat, lirik vulgar, busana berjaket kulit, aksesoris paku, celana jeans ketat, rambut jabrik, boots. Kemudian ada skinhead yang punya ciri sepatu boots dan lirik yang menyuarakan kaum minoritas. Selain itu, ada pula nazi skinheads, anarcho punk, crust punk, glam punk, the oi, dan lain-lain.
Sejarah punk rock mengajarkan kita, bahwa dalam bermusik bukan keindahan harmonisasi dan ketampanan wajah saja yang penting. Lirik lagu yang menggugah, semangat perlawanan terhadap ketidakadilan, dan protes sosial, juga kemandirian itu juga penting. 

itu dia sejarah punk skinheads dan juga punk rock.sebagai sebuah seni musik punk rock menampilkan musik yang natural,anti mayor label,apa adanya,dan menyuarakan suara minoritas,politik kotor,semangat hidup dan masih banyak lagi yang saya tau musik punk rock membuat saya selalu semangat dalam menjalani hidup.tapi dijaman yang serba boyband dan girlband dan juga band musiman seperti sekarang ini apakah punk rock tetap beringas dengan musiknya?,,

sumber : http://www.anneahira.com/sejarah-punk.htm

0 komentar:

Post a Comment

berkomentarlah yang baik atau DIAM.no junk,no spam,no sara ok brow